Eko Nordiansyah - 07 Januari 2016 19:23 WIB Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Sinarmas
Tbk (BSIM) bekerja sama dengan menggandeng PT Kioson Komersial Indonesia (Kioson) untuk menjadi agen Laku Pandai. Kerja sama ini menunjukan dukungan program pemerintah untuk meningkatkan layanan keuangan kepada masyarakat agar mendapatkan akses layanan perbankan dengan lebih mudah.
Direktur Retail Banking BSIM Soejanto Soetjijo mengatakan, kesadaran masyarakat dalam penggunaan layanan perbankan masih rendah. Hal ini terjadi akibat beragam persepsi masyarakat yang antara lainnya adalah jarak kantor bank yang jauh, keterbatasan waktu, dan prosedur yang sulit.
"Melalui Program Laku Pandai BSIM, kami akan memperkenalkan kepada masyarakat bahwa layanan perbankan sekarang dapat mereka jangkau dengan sangat mudah, cukup dengan mendatangi agen laku pandai terdekat," ujar Soejanto, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (7/1/2016).
Kios Online, E-Tailer Papua, Belanja Online, Bayar Offline, Barang Dikirim Langsung dari Produsen atau Grosir
Showing posts with label Agen Laku Pandai. Show all posts
Showing posts with label Agen Laku Pandai. Show all posts
Monday, 8 February 2016
Bank Sinarmas Gandeng Kioson Salurkan Laku Pandai
Jumat, 08 Januari 2016, 04:13 WIB, Rep: Binti Sholikah/ Red: Julkifli Marbun
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) menjalin kerjasama dengan PT Kioson Komersial Indonesia sebagai mitra untuk menjadi agen laku pandai BSIM. Kerjasama tersebut melanjutkan komitmen perusahaan dalam mendukung program Pemerintah untuk meningkatkan layanan keuangan kepada masyarakat agar masyarakat dapat menjangkau akses layanan perbankan dengan lebih mudah.
Peresmian kerjasama antara BSIM dan Kioson ditandai dengan penandatanganan MoU dan pertukaran plakat antara Direktur BSIM, Soejanto Soetjijo, bersama Founder Kioson, Roby Tan, di Magelang, Kamis (7/1).
Direktur Retail Banking BSIM, Soejanto Soetjijo, mengatakan, kesadaran masyarakat dalam penggunaan layanan perbankan masih rendah. Hal itu dikarenakan beragam persepsi masyarakat, antara lain jarak kantor bank yang jauh, keterbatasan waktu, dan prosedur yang sulit.
"Melalui program laku pandai BSIM, kami akan memperkenalkan kepada masyarakat bahwa layanan perbankan sekarang dapat mereka jangkau dengan sangat mudah, cukup dengan mendatangi agen laku pandai terdekat," jelasnya dalam keterangan resmi, Kamis (7/1).
Program Laku pandai diluncurkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk penyediaan layanan perbankan dan atau layanan keuangan lainnya yang didukung oleh penggunaan sarana teknologi informasi. Dalam implementasinya, Laku Pandai membutuhkan peranan agen yang akan bekerja sama dengan bank penyelenggara baik secara perorangan atau berbadan hukum.
Untuk dapat mencapai target agen laku pandai, lanjutnya, BSIM menggandeng pihak ketiga yaitu Kioson, perusahaan yang bergerak di bidang E-commerce yang menggandeng para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Soejanto menyatakan, dalam kerjasama tersebut, BSIM akan mengoptimalkan agen-agen Kioson sebagai agen laku pandai BSIM. Sebaliknya agen-agen laku pandai BSIM kelak dapat menjadi agen Kioson.
Kerjasama tersebut diharapkan dapat menunjang bisnis para agen seiring bertambahnya produk dan layanan yang dapat dijual kepada masyarakat dan akan memberikan potensi penambahan pendapatan bagi para agen.
Dengan keberadaan agen laku pandai dan Kioson, masyarakat akan lebih mudah melakukan transaksi perbankan seperti setor tunai, tarik tunai dan transfer antar rekening. Transaksi tersebut memanfaatkan fasilitas yang dimiliki oleh Kioson seperti untuk pembayaran tagihan telepon, pembelian pulsa isi ulang, pembayaran tagihan internet, telpon, listrik, pembayaran TV kabel, pembayaran tagihan asuransi, pembelian tiket pesawat online), serta melakukan transaksi beragam produk belanja daring di laman e-commerce Kioson melalui agen-agen Kioson dan agen-agen Laku Pandai yang telah lulus uji ketuntasan.
"Bank Sinarmas nantinya akan membukakan Rekening Simas BSA (Basic Saving Account) kepada agen-agen yang ditunjuk untuk memudahkan proses transaksi keuangan," ucap Soejanto.
CEO Kioson, Jasin Halim, menyatakan optimistis kerjasama BSIM dengan Kioson tersebut akan memfasilitasi masyarakat dalam memudahkan bertransaksi secara digital dan online. Terlebih dengan tingginya mobilitas masyarakat saat ini. Dengan adanya program kerjasama ini, masyarakat diharapkab lebih mudah melakukan transaksi keuangan di manapun dan kapanpun, melalui agen-agen Kioson.
"Layanan Laku Pandai BSIM telah tersedia di agen-agen Kioson dengan pilihan berbagai transaksi sesuai kebutuhan, yang semakin memperkuat dan melengkapi produk yang sudah dimiliki, baik oleh BSIM maupun Kioson," ungkap Jasin Halim.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) menjalin kerjasama dengan PT Kioson Komersial Indonesia sebagai mitra untuk menjadi agen laku pandai BSIM. Kerjasama tersebut melanjutkan komitmen perusahaan dalam mendukung program Pemerintah untuk meningkatkan layanan keuangan kepada masyarakat agar masyarakat dapat menjangkau akses layanan perbankan dengan lebih mudah.
Peresmian kerjasama antara BSIM dan Kioson ditandai dengan penandatanganan MoU dan pertukaran plakat antara Direktur BSIM, Soejanto Soetjijo, bersama Founder Kioson, Roby Tan, di Magelang, Kamis (7/1).
Direktur Retail Banking BSIM, Soejanto Soetjijo, mengatakan, kesadaran masyarakat dalam penggunaan layanan perbankan masih rendah. Hal itu dikarenakan beragam persepsi masyarakat, antara lain jarak kantor bank yang jauh, keterbatasan waktu, dan prosedur yang sulit.
"Melalui program laku pandai BSIM, kami akan memperkenalkan kepada masyarakat bahwa layanan perbankan sekarang dapat mereka jangkau dengan sangat mudah, cukup dengan mendatangi agen laku pandai terdekat," jelasnya dalam keterangan resmi, Kamis (7/1).
Program Laku pandai diluncurkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk penyediaan layanan perbankan dan atau layanan keuangan lainnya yang didukung oleh penggunaan sarana teknologi informasi. Dalam implementasinya, Laku Pandai membutuhkan peranan agen yang akan bekerja sama dengan bank penyelenggara baik secara perorangan atau berbadan hukum.
Untuk dapat mencapai target agen laku pandai, lanjutnya, BSIM menggandeng pihak ketiga yaitu Kioson, perusahaan yang bergerak di bidang E-commerce yang menggandeng para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Soejanto menyatakan, dalam kerjasama tersebut, BSIM akan mengoptimalkan agen-agen Kioson sebagai agen laku pandai BSIM. Sebaliknya agen-agen laku pandai BSIM kelak dapat menjadi agen Kioson.
Kerjasama tersebut diharapkan dapat menunjang bisnis para agen seiring bertambahnya produk dan layanan yang dapat dijual kepada masyarakat dan akan memberikan potensi penambahan pendapatan bagi para agen.
Dengan keberadaan agen laku pandai dan Kioson, masyarakat akan lebih mudah melakukan transaksi perbankan seperti setor tunai, tarik tunai dan transfer antar rekening. Transaksi tersebut memanfaatkan fasilitas yang dimiliki oleh Kioson seperti untuk pembayaran tagihan telepon, pembelian pulsa isi ulang, pembayaran tagihan internet, telpon, listrik, pembayaran TV kabel, pembayaran tagihan asuransi, pembelian tiket pesawat online), serta melakukan transaksi beragam produk belanja daring di laman e-commerce Kioson melalui agen-agen Kioson dan agen-agen Laku Pandai yang telah lulus uji ketuntasan.
"Bank Sinarmas nantinya akan membukakan Rekening Simas BSA (Basic Saving Account) kepada agen-agen yang ditunjuk untuk memudahkan proses transaksi keuangan," ucap Soejanto.
CEO Kioson, Jasin Halim, menyatakan optimistis kerjasama BSIM dengan Kioson tersebut akan memfasilitasi masyarakat dalam memudahkan bertransaksi secara digital dan online. Terlebih dengan tingginya mobilitas masyarakat saat ini. Dengan adanya program kerjasama ini, masyarakat diharapkab lebih mudah melakukan transaksi keuangan di manapun dan kapanpun, melalui agen-agen Kioson.
"Layanan Laku Pandai BSIM telah tersedia di agen-agen Kioson dengan pilihan berbagai transaksi sesuai kebutuhan, yang semakin memperkuat dan melengkapi produk yang sudah dimiliki, baik oleh BSIM maupun Kioson," ungkap Jasin Halim.
Begini Cara Jadi Agen Laku Pandai
Muhammad Idris - detikfinance
Jumat, 08/01/2016 17:07 WIB
Magelang -Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan bisa menambah hingga 300.000 agen Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai).
Saat ini, baru 8 bank yang jadi penyelenggara Laku Pandai, dan diharapkan bisa bertambah 17 bank dalam waktu dekat.
Head of Micro Banking PT Bank Sinarmas Tbk, Muktiono Wibowo mengatakan, tak sulit menjadi agen Laku Pandai.
Syarat utama menjadi agen adalah sudah menjadi nasabah simpanan/tabungan reguler di bank tempat calon agen mendaftar.
"Asal dia sudah jadi nasabah, masing-masing berbeda kebijakan. Kalau Sinarmas paling tidak memiliki simpanan minimal Rp 1 juta," jelas Muktiono kepada detikFinance ditemui di peresmian Laku Pandai, Simpanan Pelajar, dan Asuransi Mikro Sinarmas di Terminal Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (8/1/2016).
Dia melanjutkan, syarat tambahan lainnya, calon agen harus memiliki lokasi yang representatif untuk menjalankan Laku Pandai.
Lokasi tersebut bisa berupa warung, tempat laundry, tempat penjualan pulsa, bengkel, dan tempat usaha lainnya.
"Prosesnya tidak lama, kalau sudah terpenuhi nanti harus siapkan perangkat telepon pintar untuk aplikasi yang mengelola penarikan, setoran, cek transaksi, cek saldo dan lainnya dari nasabah," terang dia.
Muktiono melanjutkan, pihaknya juga mempersilakan jika agen Laku Pandai ingin 'nyambi' jadi agen asuransi sekaligus.
Namun, hal tersebut bergantung kebijakan dan produk yang disertakan bank dalam Laku Pandai.
Pada agen Laku Pandai di Bank Sinarmas sendiri, sambungnya, agen tak hanya menjual produk simpanan Laku Pandai, tapi juga jadi corong penjualan asuransi mikro, hingga tabungan pelajar.
Sebagai informasi, hingga akhir 2015, sudah terdapat 8 bank yang telah mengeluarkan produk Laku Pandai yaitu Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BTPN, Bank BCA, Bank BTN, Bank BNI, BRI Syariah, BPD Kaltim, dan Bank Sinarmas.
Hingga November 2015, implementasi Laku Pandai yang telah didukung oleh 24.865 agen berhasil menjaring 1.094.362 nasabah serta mengumpulkan dana pihak ketiga sebanyak Rp 41,3 miliar.
(drk/drk)
Jumat, 08/01/2016 17:07 WIB
Magelang -Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan bisa menambah hingga 300.000 agen Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai).
Saat ini, baru 8 bank yang jadi penyelenggara Laku Pandai, dan diharapkan bisa bertambah 17 bank dalam waktu dekat.
Head of Micro Banking PT Bank Sinarmas Tbk, Muktiono Wibowo mengatakan, tak sulit menjadi agen Laku Pandai.
Syarat utama menjadi agen adalah sudah menjadi nasabah simpanan/tabungan reguler di bank tempat calon agen mendaftar.
"Asal dia sudah jadi nasabah, masing-masing berbeda kebijakan. Kalau Sinarmas paling tidak memiliki simpanan minimal Rp 1 juta," jelas Muktiono kepada detikFinance ditemui di peresmian Laku Pandai, Simpanan Pelajar, dan Asuransi Mikro Sinarmas di Terminal Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (8/1/2016).
Dia melanjutkan, syarat tambahan lainnya, calon agen harus memiliki lokasi yang representatif untuk menjalankan Laku Pandai.
Lokasi tersebut bisa berupa warung, tempat laundry, tempat penjualan pulsa, bengkel, dan tempat usaha lainnya.
"Prosesnya tidak lama, kalau sudah terpenuhi nanti harus siapkan perangkat telepon pintar untuk aplikasi yang mengelola penarikan, setoran, cek transaksi, cek saldo dan lainnya dari nasabah," terang dia.
Muktiono melanjutkan, pihaknya juga mempersilakan jika agen Laku Pandai ingin 'nyambi' jadi agen asuransi sekaligus.
Namun, hal tersebut bergantung kebijakan dan produk yang disertakan bank dalam Laku Pandai.
Pada agen Laku Pandai di Bank Sinarmas sendiri, sambungnya, agen tak hanya menjual produk simpanan Laku Pandai, tapi juga jadi corong penjualan asuransi mikro, hingga tabungan pelajar.
Sebagai informasi, hingga akhir 2015, sudah terdapat 8 bank yang telah mengeluarkan produk Laku Pandai yaitu Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BTPN, Bank BCA, Bank BTN, Bank BNI, BRI Syariah, BPD Kaltim, dan Bank Sinarmas.
Hingga November 2015, implementasi Laku Pandai yang telah didukung oleh 24.865 agen berhasil menjaring 1.094.362 nasabah serta mengumpulkan dana pihak ketiga sebanyak Rp 41,3 miliar.
(drk/drk)
Monday, 11 January 2016
Selain Tabungan, Agen Laku Pandai Bisa Jualan Asuransi Mikro
Muhammad Idris - detikfinance, Jumat, 08/01/2016 11:08 WIB
Magelang -Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menambah agen Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan (Laku Pandai). Jumlah agen saat ini sebanyak 30.000 orang, dan ditargetkan menjadi 300.000 orang pada tahun ini.
Ketua OJK Muliaman Hadad mengungkapkan, agen Laku Pandai tak hanya bisa mengajak masyarakat memiliki tabungan saja, melainkan juga jualan jasa keuangan lainnya seperti asuransi.
"Untuk produk Laku Mikro, masyarakat juga dimungkinkan untuk dapat membeli produk keuangan mikro lainnya seperti asuransi mikro," ujarnya ditemui di acara peresmian Laku Pandai Bank Sinarmas, di Terminal Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (8/1/2016).
Menurut Muliaman, agen Laku Pandai dapat menambah pendapatan selain menawarkan tabungan.
"Individu-individu kaya warung, bidan, penjual vocher pulsa bisa jadi agen penjual asuransi mikro," ungkapnya.
Asuransi mikro, kata Muliaman, memiliki nilai premi yang sangat rendah. Rendahnya nilai tanggungan ini membuat tak banyak perusahaan asuransi menjual asuransi mikro.
Sehingga tanpa kantor cabang, Laku Pandai bisa jadi terobosan baru menekan biaya operasional dalam penjualan asuransi, sekaligus menjangkau pedesaan terpencil.
"Asuransi mikro ini diharapkan dapat membantu masyarakat kecil bertahan saat menghadapi risiko-risiko yang berpengaruh terhadap kelangsungan penghasilannya, seperti saat sakit, terkena bencana alam, dan kematian anggota keluarganya," terang dia.
"Program Laku Pandai, Laku Mikro dan Simpel (simpanan pelajar) ini diharapkan tidak hanya meningkatkan tingkat literasi keuangan masyarakat, tapi juga menjadi katalisator aktivitas ekonomi masyarakat daerah dan mendorong pemerataan pembangunan," tambah Muliaman.
(hns/hns)
Magelang -Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menambah agen Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan (Laku Pandai). Jumlah agen saat ini sebanyak 30.000 orang, dan ditargetkan menjadi 300.000 orang pada tahun ini.
Ketua OJK Muliaman Hadad mengungkapkan, agen Laku Pandai tak hanya bisa mengajak masyarakat memiliki tabungan saja, melainkan juga jualan jasa keuangan lainnya seperti asuransi.
"Untuk produk Laku Mikro, masyarakat juga dimungkinkan untuk dapat membeli produk keuangan mikro lainnya seperti asuransi mikro," ujarnya ditemui di acara peresmian Laku Pandai Bank Sinarmas, di Terminal Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (8/1/2016).
Menurut Muliaman, agen Laku Pandai dapat menambah pendapatan selain menawarkan tabungan.
"Individu-individu kaya warung, bidan, penjual vocher pulsa bisa jadi agen penjual asuransi mikro," ungkapnya.
Asuransi mikro, kata Muliaman, memiliki nilai premi yang sangat rendah. Rendahnya nilai tanggungan ini membuat tak banyak perusahaan asuransi menjual asuransi mikro.
Sehingga tanpa kantor cabang, Laku Pandai bisa jadi terobosan baru menekan biaya operasional dalam penjualan asuransi, sekaligus menjangkau pedesaan terpencil.
"Asuransi mikro ini diharapkan dapat membantu masyarakat kecil bertahan saat menghadapi risiko-risiko yang berpengaruh terhadap kelangsungan penghasilannya, seperti saat sakit, terkena bencana alam, dan kematian anggota keluarganya," terang dia.
"Program Laku Pandai, Laku Mikro dan Simpel (simpanan pelajar) ini diharapkan tidak hanya meningkatkan tingkat literasi keuangan masyarakat, tapi juga menjadi katalisator aktivitas ekonomi masyarakat daerah dan mendorong pemerataan pembangunan," tambah Muliaman.
(hns/hns)
Friday, 8 January 2016
Mau Penghasilan Tambahan? Bisa Gabung Jadi Agen Laku Pandai
Muhammad Idris - detikfinance, Jumat, 08/01/2016 15:35 WIB
Mau Penghasilan Tambahan? Bisa Gabung Jadi Agen Laku PandaiFoto: Idris - detikFinance
Magelang -Untuk mendongkrak tingkat literasi keuangan yang masih rendah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya menambah agen Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai).
Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman Hadad mengungkapkan, saat ini jumlah agen Laku Pandai sekitar 30.000 orang, dan ditargetkan menjadi 300.000 orang pada tahun ini. Berbagai cara ditempuh untuk melipatgandakan agen Laku Pandai.
"(Agen) terbuka bagi siapa saja, asal dia sudah jadi nasabah bank. Individual bisa, pensiunan polisi bisa, warung kecil, toko kecil bisa, penjual pulsa bisa, sampai bidan dia bisa jadi agen," kata Muliaman ditemui usai meresmikan Laku Pandai, Simpanan Pelajar, dan Asuransi Mikro di Terminal Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (8/1/2016).
Dia melanjutkan, menjadi agen Laku Pandai bisa dijadikan sebagai penghasilan tambahan, sekaligus membantu tetangga lingkungan terdekat mengakses produk jasa keuangan.
"Dari agen bisa menambah penghasilan dari setiap fee setoran dan penarikan uang. Masyarakat juga jadi pihak yang diuntungkan karena tak perlu jauh-jauh ke kota, sementara agen tidak digaji tapi dapat fee dari bank," pungkasnya.
Sebagai informasi, hingga akhir 2015, sudah terdapat 8 (delapan) bank yang telah mengeluarkan produk Laku Pandai yaitu Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BTPN, Bank BCA, Bank BTN, Bank BNI, BRI Syariah dan BPD Kaltim.
Data sampai November 2015, implementasi Laku Pandai yang telah didukung oleh 24.865 agen berhasil menjaring 1.094.362 nasabah serta mengumpulkan dana pihak ketiga sebanyak Rp 41,3 miliar.
(drk/drk)
Mau Penghasilan Tambahan? Bisa Gabung Jadi Agen Laku PandaiFoto: Idris - detikFinance
Magelang -Untuk mendongkrak tingkat literasi keuangan yang masih rendah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya menambah agen Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai).
Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman Hadad mengungkapkan, saat ini jumlah agen Laku Pandai sekitar 30.000 orang, dan ditargetkan menjadi 300.000 orang pada tahun ini. Berbagai cara ditempuh untuk melipatgandakan agen Laku Pandai.
"(Agen) terbuka bagi siapa saja, asal dia sudah jadi nasabah bank. Individual bisa, pensiunan polisi bisa, warung kecil, toko kecil bisa, penjual pulsa bisa, sampai bidan dia bisa jadi agen," kata Muliaman ditemui usai meresmikan Laku Pandai, Simpanan Pelajar, dan Asuransi Mikro di Terminal Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (8/1/2016).
Dia melanjutkan, menjadi agen Laku Pandai bisa dijadikan sebagai penghasilan tambahan, sekaligus membantu tetangga lingkungan terdekat mengakses produk jasa keuangan.
"Dari agen bisa menambah penghasilan dari setiap fee setoran dan penarikan uang. Masyarakat juga jadi pihak yang diuntungkan karena tak perlu jauh-jauh ke kota, sementara agen tidak digaji tapi dapat fee dari bank," pungkasnya.
Sebagai informasi, hingga akhir 2015, sudah terdapat 8 (delapan) bank yang telah mengeluarkan produk Laku Pandai yaitu Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BTPN, Bank BCA, Bank BTN, Bank BNI, BRI Syariah dan BPD Kaltim.
Data sampai November 2015, implementasi Laku Pandai yang telah didukung oleh 24.865 agen berhasil menjaring 1.094.362 nasabah serta mengumpulkan dana pihak ketiga sebanyak Rp 41,3 miliar.
(drk/drk)
Subscribe to:
Posts (Atom)